Mengapa Marah?

Posted: Senin, 16 Maret 2009 by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

Terus terang, sampai kemarin saya masih mendongkol. Cenderung kesal, bahkan marah. Seorang teman lama, yang dulu pernah saya bantu beri modal usaha dan kini kabarnya menjadi seorang manajer di salah satu hotel mewah di Nusa Dua, Bali menyambut dingin jabat tangan saya, saat tak sengaja bertemu di hotel tempatnya bekerja.

Sikapnya terasa angkuh, seolah saya bukan siapa-siapa. Bicaranya kikir kata, seperlunya, dan agak ketus. Sepertinya ingin segera menyudahi perjumpaan. Jangan-jangan dia kira saya mau mengutang, atau malah minta uang. Apa tak ingat, dulu makan pagi-siang-malam saya juga pernah bayari waktu sama-sama kerja di Jimbaran? termasuk rokok, saya traktir. Bahkan modal yang saya pinjamkan belum ia kembalikan seluruhnya.

Selama seminggu tidak sekejap pun ia lepas dari pikira. Sakit rasanya hati ini. Saya ceritakan kejadian itu pada setiap teman. Celaka, saya sempat menyumpahi agar karirnya habis. Biar tahu rasa. Sebagian teman-teman merasa aneh, kok saya berubah menjadi amat sangat sensitif. Seorang sahabat coba saya hapus dari memori kebersamaan saya. Apa memang saya layak berbuat seperti itu? Tidakkah saya terlalu egois?

Pecundang pun Bisa Menang

Posted: by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

'Winners never quit and quitters never win'. Pemenang tak pernah menyerah dan pecundang takkan pernah menang. Ini ucapan pelatih sepakbola AS terkenal, Vince Lombardi. Saat Perang Dunia II, Perdana Menteri Inggris, Sir Winston Churchill juga menyerukan, 'Never, never, never quit'.

Dulu, saya amat percaya, 'Sukses diukur bukan dari tingginya pencapaian, melainkan dari seberapa besar hambatan yang berhasil diatasi dalam proses mencapai sukses' dan 'Tak penting berapa kali Anda jatuh, yang penting berapa kali Anda bangkit kembali setelah jatuh'.

Maka, saya putuskan untuk terus maju, tak gentar menghadapi berbagai hambatan dan kesulitan. Sekejap pun saya tidak ingin menyerah, karena tidak sudi jadi seorang pecundang. Begitulah selama sekian tahun, terus mengejar impian tanpa melakukan analisis kritis terhadap situasi dan kondisi kehidupan pribadi. Pokoknya maju terus.

Apalagi diperparah oleh kepercayaan, 'Semua orang pada dasarnya orang sukses. Mereka gagal karena mereka menyerah terlalu cepat'. Ah, betapa berbahayanya keprcayaan ini.

Jawaban Atas Pertanyaan

Posted: by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

Pertandingan tinggal menunggu bunyi peluit akhir ditiup wasit. Namun, justru di detik-detik penghabisan itulah John Arne Riise membuat kesalahan fatal. Sebagai pemain belakang, bukannya menjauhkan bola dari daerah pertahanan, di justru menjebol gawangnya sendiri, hal yang paling ditabukan di sepakbola pun terjadi. Gara-gara gol salah sasaran itulah, timnya dulu, Liverpool gagal menaklukkan Chelsea di seminifal Piala Champions musim lalu.

Cerita lalu itu rupanya amat sangat membekas di benak bek kiri yang kini bermain untuk AS Roma. Di sebuah situs internet, dia sempat curhat, betapa setelah kejadian itu, satu pertanyaan kerap muncul di benaknya, 'Hal buruk apalagi yang akan kuhadapi besok?' Beruntung, Riise bukan pemain kacangan. Begitu muncul, pertanyaan itu langsung disikatnya dengan penrnyataan tegas, juga dalam hatinya: 'Saya akan hadapi hal buruk apapun yang terjadi besok.' Berkali-kali hal itu terjadi.

Kisah Riise mengingatkan saya pada ucapan Ted Menten, penulis sekaligus kreator teve show asal AS, 'Seringkali, jawaban atas sebuah pertanyaan, ada pada pertanyaan itu sendiri. Jawaban atas 'What can you do?' misalnya, bisa dengan mudah ditemukan pada kalimat sederhana, 'Do what you can'.'

Jari Tak Kembali

Posted: by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

Keep your love!!

Selepas joging mengelilingi kompleks tempat tinggalnya, Andy mengeluarkan mobilnya yang baru dari garasi. Sebuah sedan sporty buatan Eropa yang sejak lama diidam-idamkan. Beberapa saat kemudian ia masuk rumah untuk ganti pakaian. Alangkah kagetnya ketika keluar lagi, tampak Teddy anaknya yang baru lima tahun, asyik mencorat-coret bodi mobil itu dengan penggaris. Mobil yang mulus itu pun baret-baret. Melihat itu, Andy kehilangan akal sehatnya. Tangan si kecil dipukul berkali-kali dengan penggaris yang ada.

Minggu yang cerah seketika berubah jadi neraka bagi keluarga muda ini. Sang bocah menjerit-jerit kesakitan mendapat hukuman dari ayahnya. Sang mama yang lagi asyik di dapur tergopoh-gopoh ke depan, histeris melihat tangan Teddy berlumuran darah. Sementara sang ayah terlihat bengong tak menyadari apa yang sudah terjadi.

Singkat cerita, Teddy lalu dibawa ke rumah sakit. Meski dokter berusaha semaksimal mungkin mengobati jari si bocah, akhirnya gagal sehingga jari itu harus diamputasi.

Heal The World

Posted: Kamis, 12 Maret 2009 by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

Saya begitu banyak mempunyai lagu favorit, tapi saya paling senang lagu yang dipopulerkan oleh The King of Pop, Michael Jackson... Heal The World.

Jika tidak salah liriknya seperti ini...

There's a place in your heart
And I know that it is love
And this place could be
Much brighter than tommorow
And if you really try
You'll find there's
no need to cry
In this place you'll feel
there's no hurt or sorrow
there are ways to get there
If you care enough for the living
Make a better place ...

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

If you want to know, why there's a love that cannot lie
Love is strong
It only cares of joyful giving
If we try shall see in this bliss
We cannot feel, fear or dread
We stop existing and start living
Then it feels that always love enough for us growing
So, make a better world
Make a better world ...

And the dream we were conceived, it will reveal a joyfull face
And the world we once believin will shine again in grace
Then why do we keep strangling life
Wound this earth, crucify its soul
Though it's plain to see
This world is heavenly be good glow
We could fly so high let our spirits never die
In my heart, I feel you are all my brothers
Create a world with no fear
See the nations turn their swords into flowshares
We could really get that, if you cared enough for the living
Make a little space
To make a better place ...


Kegagalan adalah Ibu Kandung Kesuksesan

Posted: by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

Dalam mengembangkan usaha bisnis ataupun dalam perjuangan mencapai puncak karir, adalah hal yang wajar jika kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti. Namun, kenyataan tak selalu sama dengan apa yang diharapkan. Karena itu, dalam proses perjuangan tersebut, tidak jarang kita dihadapkan dalam kondisi sulit yang tidak muncul hanya sekali. Bahkan, kadang kita merasa halangan dan tantangan, tiada henti datang silih berganti!

Pada saat kondisi sulit menghadang, perlu kita tanamkan sebuah keyakinan, yakni bahwa saat sebuah kesulitan mampi kita atasi, bersamaan dengan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan perjuangan mencapai kesuksesan. Perlu kita perkuat keyakinan dalam diri bahwa setiap momen negatif yang muncul pasti diiringi dengan masa pembelajaran yang positif untuk mengantarkan kita mencapai sukses dan kebahagiaan yang sebenarnya.

Tetapi, dalam kenyataan yang sering terjadi, saat kita dihadapkan pada kesulitan, rintangan, kesalahan, dan problematika yang bermunculan, fighting spirit atau daya juang kita menjadi turun, rapuh, dan mudah runtuh. Semuanya menjadi terasa sangat berat sehingga membebani mental dan pikiran kita. Bahkan tidak jarang, jika itu yang kita alami, akan membuat diri merasa gagal, frustasi, depresi, putus asa, hingga menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus dialami. Ujung-ujungnya, kita hanya akan menjadi pribadi yang mudah mengeluh dan menyerah.

Mengapa kita cepat merasa gagal? Mengapa kita mudah menyerah? Apa yang sebenarnya membuat diri kita rapuh dan lemah semangat? Perasaan tersebut, sebenarnya adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup yang belum matang. Kita belum mampu memahami dan menggali arti di balik ujian dan cobaan yang menghadang.

Padahal, jangkan cuma kesulitan yang menghadang, tantangan paling berat sekalipun sebenarnya justru akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Ini sejalan dengan pepatah Tiongkok, sek pai she jenkung ce mu, kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.

One Moment In Time (Bagian 2)

Posted: by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

I want one moment in the time
When I'm more than I thought I could be,
when all of my dreams are a heart beat away,
and the answer are all up to me

Give me one moment in time
When I'm racing with you
Then in that one moment of time
I will feel, I will feel eternity...


Itulah sepenggal bait lagu One Moment In Time... yang sangat saya suka. Inilah awal dari imajinasi itu muncul.

Angin yang bertiup sepoi-sepoi ditemani mendung menggantung, menjadi masa yang sangat menyenangkan bagi setiap anak.

Sun Tzu Lesson. 5 Kekuatan Intelijen

Posted: by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

Dlaam kitab perang Sun Tzu, 13 bab strategi perang diawali dengan bab perencanaan dan diakhiri dengan bab ke-13 tentang intelijen atau agen rahasia. Dimunculkannya kedua aspek sebagai pembuka dan penutup dalam kitab itu menunjukkan hubungan sangat erat di antara keduanya. Hal ini bisa dipahami karena perencanaan yang terinci tak akan bisa dimaksimalkan tanpa adanya informasi yang didasarkan dari hasil intelijen yang mumpuni.

Sun Tzu menegaskan, bahwa salah satu kunci utama memenangkan peperangan yaitu dengan mengetahui secara persis kekuatan dan kelemahan lawan. Karena itu, di sinilah diletakkan bab tentang intelijen atau agen rahasia sebagai penutup 13 strategi perang Sun Tzu.

Sejak 2.400 tahun yang lalu, menggunakan agen rahasia sebagai penyedia informasi yang bersifat strategis merupakan kekuatan yang tak diragukan lagi potensinya untuk meraih kemenangan. Hal tersebut bahkan berlaku hingga sekarang. Strategi intelijen sangat potensial untuk dipraktikkan dalam dunia bisnis dan kehidupan modern.

Dalam dunia bisnis, stretagi intelijen Sun Tzu kita aplikasikan dengan mengubah metode yang kita kenal dengan marketing intelligent atau competitor intelligent. Sebelum mengeluarkan sebuah produk, perusahaan haruslah mampu mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan pesaing. Di sinilah letak pentingnya menggali informasi sebanyak-banyaknya dan sedetail-detailnya.

Apalagi, seperti yang kita ketahui, saat ini adalah abad informasi. Pada era ini, agar mampu mengembangkan potensi secara maksimal dan terus menerus, kita perlu menguasai informasi dari berbagai sumber. Maka, kita dituntut memiliki kreativitas dan ketajaman seorang agen rahasia guna mengendus maupun menemukan informasi penting. Kita juga harus memahami tren yang berkembang di masa depan. Salah satu caranya yaitu dengan menguasai teknologi informasi. IT saat ini merupakan salah satu intelijen yang sahih dalam memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan lawan kita.

Mengapa informasi begitu penting bagi individu-individu yang ingin maju? Sebab, kita semua hidup dalam suasana kompetisi yang semakin keras. Bill Gates, bos Microsoft dan manusia terkaya di dunia menulis sebuah buku luar biasa berjudul Business @the Speed of Thought. Buku ini menyebutkan bahwa informasi sekarang ibarat darah manusia. Jika ingin bergerak dengan sangat cepat, jangan sampai kekurangan darah. Jika ingin survive, jangan sampai kehabisan supply informasi.

One Moment In Time (Bagian 1)

Posted: Rabu, 11 Maret 2009 by R. Anang Tinosaputra in Label:
0

Each day I live, I want to be a day to give the best of me ...

Kemarin saya baru saya beri comment ke blog-nya Mas Siwo (www.yuswohady.com), tentang The Power of Conversation. Intinya kita bisa mendapatkan meaning dari hidup kita, ketika kita bisa give ourself, tidak perlu yang paling baik, tapi paling tidak kita memulainya dengan niat tulus nan baik.

Saya jadi teringat sebuah kisah. Seperti ini ceritanya.
Alkisah di negeri antah-berantah, berkuasa seorang raja tua yang sangat lalim. Tak ada satu kekuatan pun yang mampu mencegah kesemena-menaannya. Hingga suatu ketika, raja jatuh sakit. Maka berkumpullah seluruh tabib terbaik di kerajaan tersebut. Sesaat setelah memeriksa, tabib menyampaikan bahwa raja menderita penyakit aneh yang segera merenggut nyawanya, kecuali ditemukan obat penawarnya. Obat yang dimaksud, berupa 'jantung manusia terpilih'. Mendengar itu, raja memerintahkan seluruh tentara kerajaan untuk mencarinya.