2AM @ 7-Eleven
Posted: Rabu, 25 Januari 2012 by R. Anang Tinosaputra in Label: The Meaning of ManagementJam di dinding menunjukkan pukul dua pagi lebih lima menit. Suasana lantai dua 7-Eleven
Kelapa Gading hangat. Saya (yang kesempatan itu diajak seorang teman) cari tempat duduk di bawah, tak satupun
kursi kosong tersisa. Naik ke lantai dua, nyaris semua meja terisi.
Untung masih ada satu-dua kursi yang menghadap jendela kosong. Suasana
agak gaduh, sebagian besar ABG. Ada yang lagi chit-chat, mengerjakan
tugas kuliah, ada yang serius meeting, ada yang baca novel Harry Potter
seri terbaru, tak ketinggalan, ada juga yang bengong.
Saya sudah nggak muda lagi, tapi boleh dong berlagak ABG. Karena itu saya pesan Chitato
plus mengambil keju cair yang disediakan gratis. Kelakuan kampung saya
keluar, itu keju diambil sebanyak mungkin untuk melumuri keping-keping
Chitato renyah. Untuk pilihan minum, favorit saya adalah soda beku khas
7-Eleven, Slurpee aneka rasa yang diaduk warna-warni. Cool. Di tengah lautan ABG saya serasa 15 tahun lebih muda.
Itulah potongan laporan pandangan mata saya beberapa waktu lalu di tempat
nongkrong ABG paling keren di Jakarta saat ini. Dari 3 kali nongkrong (kebetulan saya 3 hari di Jakarta dan 3 hari berturut-turut diajak ke tempat ini) di 7-Eleven dan bergumul dengan konsumen on the spot, saya
menemukan banyak insight menarik mengenai gerai pendatang baru ini.
Terus-terang saya penasaran kenapa 7-Eleven menjadi magnet yang luar
biasa bagi konsumen.
